Selasa, 09 Agustus 2016

Pedoman Pemberian Makanan Pada Bayi

WHO dan UNICEF dalam global strategi for infant and young child feeding menganjurkan untuk memberikan hanya ASI (Air Susu Ibu) secara ekslusif pada bayi hingga usia 6 bulan. Menginjak usia 6 bulan, pemenuhan gizi dari ASI hanya sebesar 65-80%. Organ pencernaan bayi juga telah berfungsi dengan lebih baik. Karena itu, bayi sudah bisa diberikan MP-ASI atau Makana Pendamping ASI. Hal penting yang harus diingat adalah selalu memberikan MP-ASI dengan hati-hati dan sedikit demi sedikit.

Ciri-ciri bayi yang siap menerima makanan padat

Saat yang tepat memperkenalkan makanan padat atau MP-ASI pada bayi dapat diketahui dengan melihat ciri-ciri sebagai berikut:

  • Bayi sudah bisa didudukkan atau mampu menyangga kepala dan punggungnya saat tubuhnya ditegakkan. Jika bayi masih terkulai, artinya bayi belum mampu menelan makanan dengan benar.
  • Bobot badan bayi mengalami kenaikan minimal 2 kali bobot bayi lahir
  • Mulai menghilangnya reflek menjulurkan lidah. Bayi yang masih menjulurkan lidah akan mendorong makanan keluar dari mulutnya.
  • Bayi mulai melakukan gerakan seperti mengunyah dan menggerakan lidahnya dari depan kebelakang.
  • Bayi masih menunjukan tanda-tanda lapar meskipun sudah 8-10 kali diberikan ASI
  • Bayi mulai menunjukan ketertarikannya terhadap makanan. Biasanya bayi akan mulai melihat piring makan bunda dan merebut sendok makan bunda.
Hal yang harus diperhatikan sebelum memberikan MP-ASI

Sebelum memberikan MP-ASI pada bayi, bunda perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:
  • HOW. Bayi harus dalam posisi duduk atau didudukan pada saat pemberian makan. Usahakan mata bunda sejajar dengan mata anak. Mulai ajarkan anak untuk membuka mulut yang cukup lebar dan jangan memasukan makanan jika mulut belum cukup lebar.
  • WHEN. Jadwalkan waktu pemberian makanan secara teratur untuk membantu anak memahami rasa lapar. Usahakan untuk tidak mengubah jadwal makan.
  • WHERE. Biasakan anak untuk selalu makan diruang makan. Usahakan tidak berpindah-pindah tempat.
  • WHOM. Proses pemberian makam merupakan hubungan timbal balik antara bayi dan bunda. Perasaan saling menyayangi, mempercayai, dan memperhatikan merupakan hal mutlak untuk dibangun. Apabila perhatian bunda terpecah, anak juga tidak akan fokus ketika makan. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar