Kamis, 13 April 2017

Periode Emas Anak

Periode Emas Anak atau Seribu hari pertama kehidupan merupakan masa perkembangan dan pertumbuhan otak yang sangat pesat sehingga dikenal sebagai periode emas sekaligus periode kritis. Jika pada periode ini kebutuhan gizi bayi tidak terpenuhi, maka periode emas akan berubah menjadi periode kritis anakyang akan menggangu proses tumbuh kembang bayi maupun masa selanjutnya. Kekurangan gizi pada periode ini tidak akan terpenuhi lagi dikemudian hari. Karena itu, pemenuhan gizi seimbang pada usia ini akan menjadi prioritas utama.

Periode Emas Anak
Periode emas terbagi menjadi dua tahap.
  1. Sejak konsepsi hingga kandungan berusia 9 bulan. Kesehatan bayi yang optimal dapat terdeteksi langsung setelah kelahiran. Hal ini ditandai oleh bobot bayi normal, inisiasi menyusui dini (bayi langsung mencari puting saat diletakan didada ibu), dan bayi menangis
  2. Sejak bayi lahir hingga berusia 2 tahun. saat lahir, perkembangan otak bayi hanya mencapai 60% dan bertambah menjadi 80% saat berusia 2 tahun. Bunda dapat membandingkan perkembangan fisik dan kemampuan bayi bunda dengan tabel pertumbuhan dan perkembangan bayi

Makanan untuk Periode Emas

Selama periode emas, asupan makanan menjadi hal yang krusial. Makanan terbaik yang tepat untuk bayi usia 0-6 bulan adalah ASI. ASI mengandung zat yang lengkap yang dibutuhkan oleh bayi. Setelah bayo berusia 6 bulan, Bunda dapat mulai memperkenalkan makana padat yang disesuaikan dengan kemampuan dan usia bayi. Makanan ini tidak berperan sebagai ASI, tetapi hanya sebagai pendamping yang memantu memenuhi kebutuhan gizi bayi.

Tambahan konsumsi bahan makanan sumber protein(zat pembangun) dan bahan makanan sumber vitamin dan mineral(zat pengatur) pada balita diperlukam untuk mendampingi pertumbuhannya dengan cepat. Aktivitas bayi yang semakin meningkat membuat bayi mermerlukan bahan makanan yang mengandung karbohidrat dan lemak sebagai sumber tenaga. Untuk pertumbuhan mental dan sel-sel otak bayi yang sangat cepat, dibutuhkan kebih banyak zat pembangun.

Lalu, apa makanan terbaik untuk perkembangan otak bayi?

Perkembangan otak bayi akan lebih baik jika disertai oleh makanan dan stimulasi yang tepat. Berikut beberapa contoh makanan terbaik untuk perkembangan otak.

Periode Emas Anak
  1. Asam lemak esensial.Asam lemak esensial berperan penting dalam membentuk dinding sel neuron dan menyediakan energi untuk otak. Asam lemak esensial yang dapat mempengaruhi kecerdasan bayi di antaranya asam dekosaheksanoat (DHA), asam lemak linolenat (omega-3), dan asam lemak linoleat (omega-6). Bahan makanan yang mengandung DHA diantaranya salmon, makarel, sarden, tuna, herring, minyak wijen, lemon, minyak biji bunga matahari, kenari, dan zaitun. Omega-3 dapat diperoleh dari minyak biji kapas, labu parang atau waluh, dan kacang-kacangan. Sementara itu, makanan sumber omega-6 diantaranya jagung, biji bunga matahari, dan biji wijen.
  2. Protein. Asam amino dalam protein yang berperan untuk perkembangan otak adalah tyrosine dan tryptophan. Tryosine berperan penting dalam meningkatkan fungsi otak untuk menyerap informasi, sedangkan tryptophan untuk memproses informasi dalam otak. Bahan makanan yang mengandung asam amino ini diantaranya telur, ikan, daging unggas, daging merah, dan biji-bijian beserta hasil olahannya.
  3. Vitamin dan Mineral. Vitamin B1, B2, B3, B5 dan biotin serta vitamin C mempunyai peran penting bagi otak yang dapat meningkatkan memori. Sementara itu, mineral seperti zat besi, magnesium, fosfor, mangan, sodium, pottasium, kalsium, seng, dan boron berperan dalam menjamin penyampaian pesan keseluruh sistem saraf. Bahan makanan sumber vitamin dan mineral diantaranya buah, sayur, daging, telur, serealia, dan kacang-kacangan.
Yang perlu diingat dalam pemberian makan pada anak adalah variasi dalam menu makanan dikarenakan makanan yang beragam dapat memperkaya asupan zat gizi anak.

Semoga Artikel tentang Periode Emas Anak dapat menambah sedikit  informasi tentang masa perkembangan buah hati kita. Terima Kasih telah berkunjung

Sabtu, 13 Agustus 2016

5 Warna Makanan pada MP-ASI

Warna Pada MP ASI

Tahukah bunda bahwa warna dalam makanan menandakan kandungan zat gizi yang ada didalamnya. Karena itu, usahakan untuk selalu menyajikan pelangi untuk piring anak bunda.

Putih
warna putih merupakan sumber vitamin C, serat dan kalsium yang dapat meningkatkan sistem imun. Warna putih dapat kita peroleh dari Lobak, sirsak, sawi putih, taoge, dan leci.

Hijau
warna hijau yang dihasilakan oleh makanan banyak mengandung zat lutein dan zaexantin yang membantu mencegah kerusakan mata pada usia tua. Selain itu makanan yang mengandung atau berwarna hijau dapat membantu produksi sel darah merah dan menguatkan sel-sel otak. Jenis makanan yang mempunyai warna hijau bisa kita jumpai seperti apel hijau, kiwi, melon, kacang polong, bayam, dan brokoli.

Kuning atau Jingga
sayur dan buah berwaena kuning jingga seperti jeruk, wortel, mangga, pepaya banyak mengandung antioksidan, alpha-karoten, dan betakaroten untuk kesehatan mata, melindungi membran otak, dan meningkatkan daya tahan tubuh

Ungu
warna ungu yang terkandung dalam terong, anggur, dan bit mengandung antosianin yang mampu melindungi membran otak.

Merah 
makanan berwarna merahseperti apel, semangka, ceri, tomat, stroberi mengandung antioksidan, vitamin A dan E. Makanan ini juga berperan sebagai pelindung pembuluh darah, tulang rawan, dan serabut otot.

Jumat, 12 Agustus 2016

TAHAPAN PEMBERIAN MP-ASI

Usia 6-9 bulan merupakan "periode kritis"perkembangan ketrampilan makan bayi. Apabila pada periode ini bayi tidak dilatih mengkonsumsi makanan yang semakin padat dan kasar, selanjutnya bayi tidak akan menerima makanan keluarga. Bayi hanya mampu mengkonsumsi makanan cair atau makanan bertekstur lembut saja.

Ingat!!!
Jangan lupa memberikan ASI terlebih dahulu baru dilanjutkan dengan makanan pendamping

Pemberian makana atau MP-ASI pada bayi harus dilakukan secara bertahap berdasar usia bayi. Mulailah dari bentuk encer dan berangsur-angsyr ke bentuk yang lebih kental. Perkenalkan bahan makanan satu persatu dan selalu perhatikan bahwa makanan betul-betul diterima bayi dengan baik.

Pemberian MP-ASI sebaiknya dimulai dengan buah-buahan, beras atau tepung-tepungan, dan maknana lainnya. Makanan berbhana dasar beras cocok untuk bayi karena termasuk pangan hipoalergen. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan asupan zat besi setelah bayi berusia 6 bulan. Zat besi dibutuhkan dalam proses pembentukan jaringan lemak otak (mylenisasi) dan menjaga antar sel-sel syaraf otak. Zat besi akan disimpan dalam jaringan otak selama 12 bulan pertama sejak bayi lahir.

A. Usia 6-7 Bulan

Pada usia ini,bayi dapat mulai diberi pyre buah dan jus buah. Buah yang dapat diperkenalkan terlebih dahulu diantaranya jeruk, avocad, pisang, pepaya, apel dan tomat. Frekuensi pemberian sebaiknya disesuaikan dengan pemberian ASI. Misalnya Bunda dapat menggantikan waktu pemberian ASI yang biasa diberikan pada pukul 13.00 dengan memberikan pure buah. Pertama kali diberikan sebanyak 1-2 sendok makan sekali sehari.

Perkenalkan setiap jenis buah kepada bayi selama 
2-3 hari berturut-turut agar bayi dapat
mengenal rasa setiap jenis buah

Proses penghalusan pure buah dapat menggunakan blender, juicer , atau food processor. Hindari mengupas dan memotong buah terlalu lama sebelum dibuat pure atau jus. Jarak waktu proses memotong dan membuat yang terlalu lama dapat merusak kandungan gizi di dalam buah-buahan akibat terpapar cahaya, panas, dan udara (Oksigen).

Tidak semua buah boleh dikonsumsi oleh bayi usia 6-7 bulan. Berikut beberapa jenis buah yang tidak boleh dikonsumsi oleh bayi....
  • Buah yang seratnya panjang dan banyak, seperti sirsak karena susah dicerna oleh bayi.
  • Buah yang terlalu asam karena dapat menyebabkan bayi sakit perut
  • buah-buahan yang mengandung alkohol, seperti durian, nangka dan cempedak.
TIPS

  • Berikan buah-buahan dalam keadaan segar atau tidak layu 
  • Berikan pure buah sesegera mungkin dan usahakan untuk tidak menyimpannya didalam kulkas ataupun freezer 
  • Jangan berikan sari buah atau jus buah sebelum bayi berusia 6 bulan ata sebelum bisa menggunakan cangkir
  • jangan berikan jus buah dalam botol sepanjang hari karena berisiko pada pembusukan gigi.
Jika bunda ingin membuat sari buah atau jus buah untuk sikecil sebaiknya terbuat dari 100% buah asli bukan "minuman buah" yang ditambah beberapa bahan lain yang diperbolehkan ada di dalam makan sehat dan seimbang. Jangan jadikan sari buah sebagai pengganti ASI atau susu formula. Konsumsi jus buah dalam jumlah banyak dapat menurunkan asupan gizi penting yang ada di dalam ASI atau susu formula.

Setelah bayi mengenal rasa buah atau jus buah, Bunda mulai dapat memperkenalkan bayi dengan bubur susu. Berikan bubur  susu yang dilarutkan kedalam susu formula atau ASI secara bertahap agar bayi terbiasa dengan teksturnya. Lebih baik lagi jika bunda membuat bubur susu sendiri dari tepung beras, tepung maizena, tepung kacang hijau, atau tepung beras merah. Tepung-tepung tersebut memiliki tekstur yang lembut dan mudah dicerna oleh bayi.

Berikan jenis tepung yang berbeda-beda pada setiap
menu bayi  agar asupan nutrisinya bervariasi dan
lengkap 

B. Usia 8-9 Bulan

Segera perkenalkan bayi dengan bahah makanan bertekstur lebih kasar seperti bubur saring saat menginjak usia 8 bulan. Komposisi pembuatan bubur saring meliputi 20 gram sumber karbohidrat (beras, mi, kentang), 25 gram lauk hewani (ayam, daging, hati, ikan), 25 gram lauk nabati (tempe, tahu), dan sayuran. Jenis sayuran yang diberikan dapat dimulai dengan sayuran serat rendah, seperti wortel, tomat, dan labu kuning. Setelah usia bayi lebih dari 8 bulan dapat diberikansayuran berserat kasar, seperti buncis, kacang panjang, dan kacang kapri.

Takaran bubur saring untuk bayi usia 8 bulan paling
sedikit 8sdm dewasa dan untuk usia 9 bulan paling
sedikit 9 sdm dewasa

Tips
  • Tambahkan bubur saring dengan sumber lemak, seperti minyak sayur, margarin, santan dan air kaldu untuk meningkatkan nilai gizi, menambah cita rasa, dan meningkatkan penyerapan vitamin larut lemak.
  • Hindari pembuatan putih telur dalam pembuatan bubur saring. Pemberian putih telur dapat dikenalkan sebelum usia 1 tahun
  • Penambahan bumbu merangsang seperti mrica sebaiknya di berikan setelah usia mencapai 2 tahun
  • Bubur saring dapat diberi bumbu berupa bawang merah dan bawang putih (1/2 - 1 siung perporsi)
  • Penambahan garam sebanyak 1/4 sendok teh per hari (1 gram per hari) karena kebutuhan garam pada bayi telah terpenuhi oleh susu, sayuran, dan buah serta fungsi ginjal bayi belum sempurna.
C. Usia 10-12 Bulan

Pada usia ini, bayi mulai diberikan makanan lunak berupa bubur nasi atau nasi tim lengkap. Maksud lengkap adalah lengkap semua zat besi baik karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Bentuk kepadatan nasi tim harus bertahap mulai dari yang lunak hingga kepadatan sesuai makanan keluarga.

Berikan tekstur makanan mulai dari yang dicincang
halus atau disaring kasar, kemudian ditingkatkan
semakin kasar hingga makanan dapat dipegang
atau diambil oleh tangan bayi

Bayi berusia 10-12 bulan sudah mulai aktif dan cenderung sulit berhenti bergerak. Karena itu, orangtua harus 'telaten' saat memberikan makanan pada bayi. Frekuensi pemberian ditingkatkan 2-3 kali sehari dengan frekuensi selingan sebanyak 1-2 kali sehari. Hal ini dilakukan sesuai dengan peningkatan kemampuan bayi untuk menelan dan peningkatan jumlah gigi.

TIPS
  • Jangan berikan snack, jus, atau susu 3-4 jam sebelum makan.
  • Waktu makan anak sebaiknya jangan melebihi 30 menit. Walaupun jumlah makanan dalam porsi sedikit, tetapi akan menambah porsi dengan sendirinya pada waktu makan selanjutnya.

Syarat MP-ASI

MP-ASI yang akan diberikan pada bayi harus memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut.
  • Mengandung cukup zat gizi
  • Mudah dicerna
  • Porsi kecil
  • Tidak menimbulkan alergi
  • Perhatikan perilaku dan kemampuan bayi dalam menerima makanan tersebut.
  • Hindari pemakaian bumbu yang merangsang.
  • Hindari pemakaian penyedap rasa atau MSG
Hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan MP-ASI
  • Pastikan semua peralatan dalam keadaan bersih dan cuci tangan sebelum mempersiapkan makanan.
  • Pilih bahan makanan yang alami dan berkualitas baik. Untuk sayuran, pilih yang berwarna dan segar, seperti wortel, tomat, dan bayam. Sementara untuk buah, pilih yang berwarna segar, matang, dan rasanya manis seperti pisang, pepaya, jeruk, dan melon.
  • Cuci bersih sayur, buah, ikan, dan daging sebelum diolah.
  • Buah-buahan dapat diberikan dalam bentuk bubur, pure atau jus dengan cara diblender atau diambil sarinya. Sebelum diblender sebaiknya buah disedu dengan air mendidih. Untuk buah apel dan pear, pada awal pemberian sebiknya dikupas terlebih dahulu. Kukus sebentar agar teksturnya lebih lembut.
  • Sayuran dapat direbus atau dikukus, setelah itu diblender.
  • Untuk mencairkan pure buah dapat menggunakan ASI atau susu formula. Sementara itu, untuk pure sayur bisa menggunakan air matang atau kaldu.
  • Hindari penambahan gula, garam (untuk bayi < 9 bulan) dan bumbu penyedap, termasuk merica, cabai, kaldu bubuk, dan MSG.
  • Sterilkan peralatan makan dan minum bayi yang akan digunakan setiap hari.

Bayi tidak mengenal definisi hambar karena
mereka baru belajar mengenal rasa. Anak lebih
memilih rasa asli dari makanan. Penambahan
garam yang berlebihan akan mengganggu
perkembangan sistem ekskresi (ginjal)

Tip Menyimpan Bahan Baku Pembuatan MP-ASI
  • Jangan menyimpan lauk (ikan, daging, dan hati) bahan dasar MP-ASI dalam keadaaan mentah
  • ikan, daging, dan hati sebaiknya dicuci bersih, direbus hingga benar-benar matang, dinginkan, suwir kecil-kecil dan simpan didalam wadah tertutup untuk setiap kali pembuatan bubur. Terakhir. masukan dalam freezer.
  • Pisahkan dan jauhkan penyimpanan bahan makanan mentah dengan bahan makanan matanmg untuk menghindari kontaminasi silang.
  • Pilih sayuran segar dan tidak layu. Cuci sayuran hingga bersih, bungkus dengan kitchen paper. Masukan dalam kantong plastik di dalam lemari es.

Selasa, 09 Agustus 2016

Pedoman Pemberian Makanan Pada Bayi

WHO dan UNICEF dalam global strategi for infant and young child feeding menganjurkan untuk memberikan hanya ASI (Air Susu Ibu) secara ekslusif pada bayi hingga usia 6 bulan. Menginjak usia 6 bulan, pemenuhan gizi dari ASI hanya sebesar 65-80%. Organ pencernaan bayi juga telah berfungsi dengan lebih baik. Karena itu, bayi sudah bisa diberikan MP-ASI atau Makana Pendamping ASI. Hal penting yang harus diingat adalah selalu memberikan MP-ASI dengan hati-hati dan sedikit demi sedikit.

Ciri-ciri bayi yang siap menerima makanan padat

Saat yang tepat memperkenalkan makanan padat atau MP-ASI pada bayi dapat diketahui dengan melihat ciri-ciri sebagai berikut:

  • Bayi sudah bisa didudukkan atau mampu menyangga kepala dan punggungnya saat tubuhnya ditegakkan. Jika bayi masih terkulai, artinya bayi belum mampu menelan makanan dengan benar.
  • Bobot badan bayi mengalami kenaikan minimal 2 kali bobot bayi lahir
  • Mulai menghilangnya reflek menjulurkan lidah. Bayi yang masih menjulurkan lidah akan mendorong makanan keluar dari mulutnya.
  • Bayi mulai melakukan gerakan seperti mengunyah dan menggerakan lidahnya dari depan kebelakang.
  • Bayi masih menunjukan tanda-tanda lapar meskipun sudah 8-10 kali diberikan ASI
  • Bayi mulai menunjukan ketertarikannya terhadap makanan. Biasanya bayi akan mulai melihat piring makan bunda dan merebut sendok makan bunda.
Hal yang harus diperhatikan sebelum memberikan MP-ASI

Sebelum memberikan MP-ASI pada bayi, bunda perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:
  • HOW. Bayi harus dalam posisi duduk atau didudukan pada saat pemberian makan. Usahakan mata bunda sejajar dengan mata anak. Mulai ajarkan anak untuk membuka mulut yang cukup lebar dan jangan memasukan makanan jika mulut belum cukup lebar.
  • WHEN. Jadwalkan waktu pemberian makanan secara teratur untuk membantu anak memahami rasa lapar. Usahakan untuk tidak mengubah jadwal makan.
  • WHERE. Biasakan anak untuk selalu makan diruang makan. Usahakan tidak berpindah-pindah tempat.
  • WHOM. Proses pemberian makam merupakan hubungan timbal balik antara bayi dan bunda. Perasaan saling menyayangi, mempercayai, dan memperhatikan merupakan hal mutlak untuk dibangun. Apabila perhatian bunda terpecah, anak juga tidak akan fokus ketika makan.